
Sahabat Istri
Kejadiannya ketika aku sdhberkeluarga dansudahmemiliki1 anakumur+2thn, usiaku kala itu 30thn. Kami baru pindahke sebuahkompleksperumahandikotaSyg masih sangat baru. Belum banyak penghuni yg menempatinya, malahan di gangrumahku(yg terdiri dari 12 rumah) baru2rumahygditempati,yaiturumahku danrumahPras. Prasjugasudahberistri, namanyaAlina, tapi biasadipanggil Lina. Mereka belum punya anak sekalipun sudah menikah lebih dari 2 thn. Rumah Pras hanyaberjarak 2rumah darirumahku. Karenatidakadatetanggayanglain,kami jadicepatsekaliakrab.AkudanPrasjadi seperti sahabat lama, kebetulan kami seumurandanhobikamisama,catur.Lina, yangberumur 26thn, juga sangat dekat dgn istriku, Winda.Mereka hampir tiaphari saling curhat tentang apasaja, dansoal seksjuga sering merekaperbincangkan. Biasamerekaberbincangdi teras depan rumahku kalau sore sambil Winda menyuapiAria, anakkami. Merekasama sekali tidak tahu kalau aku sering "menguping" rumpian mereka dari kamarku. Aku jadi banyak tahu tentang kehidupan seksLinadansuaminya.Intinya Linakurang"happy"soal urusanranjang inidgnPras.BukannyaPrasadakelainan, tapi diasenangnya tembaklangsungtanpa pemanasan dahulu, sangat konservatif tanpa variasi dan sangat egois. Begitu sudahejakulasiyasudah,diatidakpeduli dgn istrinya lagi. Sehingga Lina sangat jarang mencapai kepuasan dgn Pras. SebaliknyaistrikuceritakeLinakalaudia sangat "happy" dgn kehidupan seksnya. Dan memang, sekalipun aku bukan termasuk "pejantan tangguh", tapi aku hampirselalubisamemberikankepuasan kepada istriku. Mereka saling berbagi cerita dan kadang sangat mendetailmalah. SeringLinasecaraterbukamenyatakaniri pada istriku dan hanya ditanggapi dgn tawater-kekeh2 olehWinda. WajahLina cukup cantik, sekalipun tidak secantik istriku memang, tapi bodinya sungguh sempurna, padat berisi.Kulitnya yangputih jugasangatmulus.Dandalamberpakaian Lina termasuk wanita yang "berani" sekalipunmasihdalambatas2kesopanan. Sering aku secara tak sadar menelan ludah mengaggumi tubuhLina,diluartahuistriku tentu saja. Sayang sekali tubuh yang demikian menggiurkan jarang mendapat siraman kepuasan seksual, sering aku berpikiran kotor begitu. Tapi semuanya masihbisaakutangkaldgnakalsehatku. Jum'atpetangitu kebetulanakusendirian di rumah. Winda, dan Aria tentu saja, paginyapulangkerumahorangtuanyadi M,karenahariMinggunyaadikbungsunya menikah. Rencananya Sabtu pagi akan akanmenyusulkeM.Kesepiandi rumah sendirian, setelah mandi aku melangkahkan kaki ke rumah Pras. Maksud hati ingin mengajak dia main catur, seperti yang sering kami lakukan kalau tidak ada kegiatan. Rumah Pras sepi2 saja. Aku hampir mengurungkan niatkuuntukmengetukpintu, karenaaku pikir mereka sedang pergi. Tapi lamat2aku dengar ada suara TV. Aku ketuk pintu sambilmemanggil"Pras.. Pras,"Beberapa saat kemudianterdengar suara gerendel danpintu terbuka. Akusempat termangu sepersekian detik. Di depanku berdiri sesosokperempuancantiktanpamake-up dgn rambut yang masih basah tergerai sebahu.Diamengenakandasterbatikmini warnahijautuadgnbelahandadarendah, tanpa lengan yang memeperlihatkan pundakdanlenganyangputihdansangat mulus. "Eh .. Mas Benny. Masuk Mas," sapaan ramah Lina menyadarkan aku bahwa yang membukakan pintu adalah Lina. Sungguhakubelumpernah melihat Lina secantik ini. Biasanya rambutnya selalu diikat dengan ikat rambut, tak pernah dibiarkan tergerai seperti ini. "NnngaPrasmanaLin?""WahMasPras luarkotaMas.""TumbenLindiatugasluar kota.Kapanpulang?""IyaMas,kebetulan adaacarapromosidiY,jadidiaharusikut, sampai Minggubaru pulang. MasBenny adaperlu amaMasPras?" "Enggak kok, cuman pengin ngajak catur aja. Lagi kesepiannih,WindaamaAriakeM.""Wah kalocumanmaincaturamaLinaajaMas." Sebetulnyaakusudahinginmenolakdan balikkananpulangkerumah.Tapi entah bisikan darimana yang membuat aku berani mengatakan: "Emang Lina bisa catur?" "Eit jangan menghina Mas, biar Lina cewek belumtentu kalahlho amaMas." kata Lina sambil tersenyum yang menambahmaniswajahnya."Yabolehlah, aku pengin menjajal Lina," kataku dgn nada agak nakal. Lagi2 Lina tersenyum menjawabgodaanku.Diamembukapintu lebih lebar dan mempersilahkan aku duduk di kursi tamu."Sebentar ya Mas,Lina ambilminuman.Massusundulucaturnya." Lina melenggang ke ruang tengah. Aku semakin leluasa memperhatikannya dari belakang. Kain daster yang longgar itu ternyata tak mampu memnyembunyikan lekuk tubuh Lina yang begitu padat. Goyangan kedua puncak pantatnya yg berisi tampakjelas ketikaLinamelangkah. Mataku terus melekat sampai Lina menghilang di pintu dapur. Buru2 aku ambil catur dari rak pajangan dan aku susundi atas mejatamu. Pasketika aku selesai menyusun biji catur, Lina melangkah sambil membawa baki yang berisi2cangkirteh dansepiring kacang goreng kegemaranakudan Praskalaulagi main catur. Ketika Lina membungkuk meletakkan baki di meja, mautak mau belahan dada dasterya terbuka dan menyingkap dua bukitpayudara yangputih dan sangat padat. Darahku berdesir kencang,ternyataLinatidakmemakaibra! Tampaknya Lina tak sadar kalau sudah "mentraktir" akudgnpemandanganyang menggiurkan itu. Dgnwajar di duduk di kursisofadiseberangmeja."Siapajalan duluan Mas?" "Lina kan putih, ya jalan duluan dong," kataku sambil masih ber- debar2. Beberapa saat kami mulai asik menggerakkan buah catur. Ternyata memang benar, Lina cukup menguasai permaianini. BeberapakalilangkahLina membuataku harus berpikir keras. Lina puntampakyakerepotandgnlangkah2ku. Beberapakali dia tampakmemutarotak. Tanpasadarkadang2diamembungkukdi atas meja yg rendah itu dgn kedua tangannya bertumpu di pinggir meja.Posisi initentusajamembuatbelahandasternya terbuka lebar dan kedua payudaranya yang aduhai itumenjadisantapanempukkedua mataku.Konsentrasiku mulai buyar. Satu dua kali dalam posisi seperti itu Lina mengerlingkepadakudanmemergokiaku sedang menikmati buah dadanya. Entah memang dia begitu tenggelam dalam berpikir ataumemangsengaja, dia sama sekalitidak mencobamenutupdasternya dgn tangannya, seperti layaknya reaksi seorang wanita dalam kondisi ini. Aku semakin berani menjelajah sekitar wilayah dadanya dengan sapuan pandanganku. Aku betul2 terpesona, sehingga permaian caturku jadi kacau dan dgn mudah ditaklukkan oleh Lina. "Cckk cckk cckk Linamemanghebat,akungakukalahdeh." "AhdasarMasajayangngalahdannggak serius mainnya. Konsentrasi dong Mas," jawab Lina sambil tersenyum menggoda. "Ayomainlagi, Linabelumpuasnih." Ada sedikit nadagenitdi suaraLina.Kamimain lagi, tapi kali ini aku mencoba lebih konsentrasi.Permainanberjalanlbhseru, sehingga suatu saat ketika sedang berpikir, tanpa sengaja tanganku menjatuhkanbijicaturygsudah"mati"ke lantai.Denganmatamasihmenatappapan catur akumencobamengambilbiji catur tsb dari lantai dgn tangan kananku. Rupa2nya Lina juga melakukan hal yg sama, sehingga tanpa sengaja tangankami salingbersenggolandilantai.Entahsiapa yang memulainya, tapi kami saling meremaslembutjari tangandi sisi meja sambilmasihdudukdikursimasing2.Aku melihat ke arah Lina, dia masih dalam posisi dudukmembungkuktapi matanya terpejam.Jari2tangankirinyamasihterus meremas jari tangan kananku. Aku menjulurkankepalakudanmenciumdahi Lina dgn sangat mesra. Dia sedikit terperanjat dengan "langkah"ku ini, tapi hanya sepersekian detik saja. Matanya masih memejam dan bibirnya yg padat sedikit terbuka dan melenguh pelan, "oooohhh a" Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Akukulum lembut bibir Lina dengan bibirku, dia menyambutnya dgn mengulumbalikbibirkusambiltangan kanannyamelingkardibelakangleherku. Kamisaling berciumandgnposisi duduk berseberangan dibatasi oleh meja. Kulumam bibir Lina ke bibirku berubah menjadi lumatan. Bibirku disedot pelan, dan lidahnya mulai menyeberang ke mulutku. Aku pun menyambutnya dgn permainanlidahku. Merasatidak nyaman dalamposisiini, dgnsangatterpaksaaku lepaskanciumanLina.Akubangkitberdiri, berjalanmengitarimejadandudukdisisi kiri Lina. Belum sedetik akududuk Lina sudah memeluk aku dan bibirnya yg kelihatan jadi lebih sensual kembali melumat kedua bibirku. Lidahnya terus menjelajahseluruhisimulutkusepanjang yg bisadia lakukan.Aku puntak maukalah bereaksi. Harusakuakuibahwaakubelum pernah berciuman begini "hot", bahkan dgn istriku sekalipun. Rasanya seumur hidup kami berciuman begini, sampai akhirnya Lina agak mengendorkan "serangan"nya. Kesempatan itu aku gunakan untuk mengubah arah seranganku.Akuciumisisikiri leherLina yangputihjenjangmerangsangitu. Rintih kegelianygkeluardarimulutLinadanbau sabun yg harum semakin memompa semangatku. Ciumanku aku geser ke belakang telinga Lina, sambil sesekali menggigitlembutcupingtelinganya. Lina semakin menggelinjang penuh kegelian bercampur kenikmatan. "Aaaahhhh a aaaahhhhh," rintihan pelan yang keluar darimulutLinayangterbukalebarseakan musik nan merdu di telingaku. Lengan kananku kemudian aku rangkulkan ke lehar Lina. Tangan kananku mulai menelusup di balikdasternya danmerayap pelanmenujupuncakbuahdadaLina yg sebelahkanan.WowapayudaraLina,yang sedari tadi aku nikmati dgn sapuan mataku,ternyatasangatpadat.Bentuknya sempurna,ukurannyacukupbesarkarena tanganku tak mampu mengangkup seluruhnya. Jari2ku mulai menari disekitar puting susu Lina yang sudah tegak menantang. Denganibu jaridantelunjukku akupelintirlembutputingyangmungilitu. Lina kembali menggelinjang kegelian, namuntanpareaksipenolakansedikitpun. Dia menolehkan wajahnya ke kiri, dgn mata yang masihterpejamdiamelumatbibirku. Kami kembali berciuman dgn panasnya sambil tanganku terus bergerilya di payudara kanannya. Reaksi kenikmatan Lina dia salurkan melalui ciuman yg semakin ganas dan sesekali gigitan lembut di bibirku. Tangan kiriku aku gerakkan ke paha kiri Lina. Darahku semakin mengalir deras ketika aku rasakan kelembutankulitpahamulusLina. Lambatnamunpasti,usapantangankuaku arahkan semakin keatas mendekati pangkal pahanya. Ketika jariku mulai menyentuh celana dalamLina di sekitar bukit kemaluannya, aku menghentikan gerakanku. Tangan kiriku aku kembali turunkan,akuusaplembutpahanyamulai dari atas lutut. Gerakan ini aku ulang beberapa kali sambil tangan kananku masihmemelintir puting kananLina dan mulut kami masih saling berpagutan. Ciuman Linasemakin mengganaspertanda dia mengharapkan lebih dari gerakan tangankiriku.Akupunmulaimerababukit kemaluannyayangmasihterbalut celana dalamitu. Entah hanya perasaanku atau memang demikian, aku rasakan denyut lembut dari alat kemaluan Lina. Dengan jari tengah tangan kiriku, aku tekan pelan tepat di tengah bukit nan empukitu. Denyutanitu semakin terasa. Aku juga rasakan kehangatandisana. "Aaahh aMasBena aahhh.. iya .. iya," Lina melenguhsambil sedikit meronta dan kedua tangannnya menyingkap daster mininya serta menurunkancelanadalamnyasampaike lututnya.Sertamertamatakubisamenatap leluasa kemaluan Lina. Bukitnya menyembulindah, bulu2nya cukup tebal sekalipun tidak panjang bergerombol hanya di bagian atas. Di antara kedua gundukandagingmulusitu terlihat celah sempit yang kentara sekali berwarna merahkecoklatan. Sedetikduadetik aku sempat terpana dengan pemandangan indahygterhampardi depanmatakuini. Kemudian jari2 tangan kiriku mulai membelai semak2ygterasasangatlembut itu. Betul2 lembut bulu2 Lina, aku tak pernah mambayangkan ada bulu pubis selembut ini,hampir selembutrambutbayi. Lina mereaksi belaianku denganmenciumi leher dan telinga kananku. Kedua tangannya semakin erat memeluk aku. Tangankanankudaritaditakberhentime- remas2buahdadaLinayangsangatberisi itu. Jari2kumulaimengusaplembutbukit kemaluan Lina yang sangat halus itu. Perlahanakusisipkanjaritengahkirikudi celah sempit itu. Aku rasakan sediit lembabdanagakberlendir.Akumenyusup lebihdalamlagisampaiakumenemukan klitoris Lina yg sangat mungil dengan ujungjariku.Dgngerakanmemutarlembut aku usap benda kecil yang nikmat itu. "Ahhhh aiyaaMas.. Benaahhhh.. ahhhh." Jaritengahkuakutekansedikitlebihkuat keklitorisLina,sambilakugosokkannaik turun. Lina meresponsnya dengan membukalebar keduapahanyan, namun gerakannya terhalang celana dalam yg masih bertengger di kedua lututnya. Sejenakakuhentikangosokanjariku,aku gunakantangankirikuuntukmenurunkan bendayangmenghalangigerakanLinaitu. Lina membantu dgn mengangkat kaki kirinya sehingga celana dalamnya terlepasdarikakikirinya.Sekarangbenda ituhanyamenggantungdilututkananLina dan gerankan Lina sudah tak terhalang lagi. Dgn leluasa Lina membuka lebar keduapahanya.Dari sudutpandangyang sangatsempitakumasihbisa mengintip bibir kemaluan Lina yang begitu tebal merangsang, hampir sama tebal dan sensualnyadgnbibiratasLinayangmasih menciumi leherku. Jariku sekarangleluasa menjelajah seluruh kemaluan Lina yang sudah sangat licin berlendir itu. Aku gosok2klitorisLinadgnlebihkuatsambil sesekali mengusap ujung liang kenikmatannya dan aku gesek keatas kearah klitorisnya. Aku tahu ini bagian yangsangatsensitifdaritubuhwanita,tak terkecualiwanitamolekygdi sampingku ini. Lina menggelinjang semakin hebat. "Aaaaaahhhhha. Mas.. Masa.. ahhhhh.. terusaahhhhh,"pintanyasambilmerintih. Intensitas gosokanku semakin aku tingkatkan. Aku mulai mengorek bagian luarlubangsenggamaLina."Iyaaahhha iya ..Mas ..Mas.. MasBen." Linasudahlupa apa yang harus dia lakukan. Dia hanya tergolekbersandardisofayangempukitu. Kepalanya terdongak kebelakang, matanyatertutup rapat. Mulutnyaterbuka lebar sambil tak henti mengeluarkan erangan penuh kenikmatan. Tangannya terkulai lemas di samping tubuhnya tak lagi memelukku. Tangan kananku pun sudahberhentibekerjakarenamerangkul eratLinaagardiatidakmelorotkebawah. Daster Lina sudah terbuka sampai ke perutnya, menyingkap kulit yang sangat putih mulus tak bercacat. Celana dalam Lina masih menggantung di lututkanannya. Pahanyamenganngkangmaksimal.Jariku masihmenari-nari diseluruh bagianluar kemaluan Lina,yang semakinakupandang semakin indah itu. Aku sengaja belum nenyentuhbagiandalamlubangsurganya. Kepala Lina sekarang meng-geleng2 kiri kanandgnliarnya.Rambutbasahnyayang sudah mulai kering tergerai acak2an, malah menambah keayuan wajah Lina. "MasaMasa. ahhhhha. enaka. ahhhh nggaktahaaann .. ahhhh." Akutahu Lina sudah hampir mencapai puncak kenikmatanbirahinya.Denganlembutaku mulai tusukkan jari tengahku ke dalam lubangvaginanyaygsudahsangatbasah itu. Akusorongkansampaiseluruh jariku tertelan lubangLinayang cukupsempititu. Aku tarik perlahan sambil sedikit aku bengkokkankeatassehinggaujungjariku menggesek lembut dinding atas vagina Lina. Gerakan ini aku lakukan berulang kali, masukluruskeluar bengkok,masuk lurus keluar bengkok, begitu seterusnya. Tak sampai 10 kali gerakan ini, Tiba2 Tubuh Lina menjadi kaku, kedua tangannnyamencengkerameratpinggiran sofa. Kepalanya semakin mendongak kebelakang. Mulutnya terbuka lebar. Gerakanku aku percepat dan aku tekan lebih dalam lagi. "Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh." Lina melenguhdalamsatu tarikan nafasyang panjang.Tubuhnyasedikitmenggigil. Aku bisa merasakan jari tanganku makin terjepit kontraksi otot vagina Lina, dan bersamandgnituakurasakankehangatan cairan yg menyiram jariku. Lina telah mencapai orgasmenya. Aku tidak menghentikan gerakan jariku, hanya sedikit mengurangi kecepatannya. Tubuh Lina masih menggigil dan menegang. Mulutnya terbuka tapi tak adasuara yg keluarsepatahpun,hanyahembusannafas kuatdanpendek2ygdiakeluarkanlewat mulutnya. Kondisi demikian berlangsung selama beberapa saat. Kemudian tubuh Lina berangsur melemas, aku pun memperlambat gerakan jariku sampai akhirnyadgnsangat perlahanakucabut dari liang kenikmatan Lina. Mata Lina masih terpejam rapat, bibirnya masih sedikit ternganga. Dgnlembutdanpelan akudekatkanbibirku kemulutLina. Aku ciummesrabibirnyayangsangatsensual itu. Lina pun menyambut dgn tak kalah mesranya.Kamiberciumanbaksepasang kekasih yg saling jatuh cinta. Agak berbeda dgn ciuman yg menggelora seperti sebelumnya. "Nikmat Lin?" Dgn lembutakuberbisik ditelingaLina. "Mas BenaahaLina blmpernah merasakan kenikmatan seperti tadi .. sungguh Mas. MasBensangatpinter aMakasihMasa Winda sungguh beruntung punya suami Mas.""AkuygberuntungLin,bisamemberi kepuasan kepada wanita secantik dan semuluskamu." "AhMasBenbisa aja a Lina jadi malu." Seluruh kejadian tadi sekalipun terasa sangat lama, tapi aku tahusesungguhnaytaklebihdari5menit. Oh, ternyata Lina wanita yang cepat mencapaiorgasme,asal tahubagaimana caranya. Sungguh tolol dan egois Pras kalau sampai tidak bisa memuaskan istrinya ini. Akuberpikir dalamhati. Lina kemudiansadarakankondisinyasaatitu. Dasternya awut2an, kemaluannya masih terbuka lebar, dan celana dalamnya tersangkut di lutunya. Dia segera duduk tegak, menurunkan dasternya sehingga menutuppangkalpahanya.Gerakanyang sia2sebetulnyakarenaakusudahmelihat segalanya. Akhirnya dia bangkit berdiri. "LinamaucuciduluMas.""Akuikutdong Lin, ntar aku cuciin," aku menggodanya. "Ihhh Mas Ben genit." Sambil berkata demikian dia menggamit tanganku dan menarikku ka kamarnya. Aku tahu ada kamar mandi kecil disana, sama persis seperti rumahku.Sampai dikamar Linaaku berkata:"AkucopotpakaiankuduluyaLin, biarnggakbasah."Linatdkberkataapa2 tetapi mendekati aku dan membantu melepaskancingcelanakusemantaraaku melepaskan kaosku. Aku lepaskan juga celanakudanakuhanyamemakaicelana dalamsaja. Lina melirik kearah celana dalamku, atau lebih tepatnya ke arah benjolanberbentukbatangygadadibalik celanadalamku.Akumajuselangkahdan mengangkat ujung bawah daster Lina sampai keatas dan Lina mengangkatkedua tangannya sehingga dasternya mudah terlepas.Barusekarangakubisa melihat dgnjelastubuhmulusLina.Sungguhtubuh wanita yang sempurna, semuanyabegitu indah danproporsional, jauh melampaui khayalanku sebelumnya. Payudara yang dari tadi hanya aku intip dan raba sekarang terpampang dgn jelas di hadapanku. Bentuknyabundarkencang,cukupbesar, tapimasihproporsionaldgnukurantubuh Lina yg sexy itu.Putingnya sangat kecilbila dibanding ukuran bukit buah dadanya sendiri.Warnaputingnyacoklatagaktua, sungguhkontras dgnwarnakulit Lina yg begituputih.PerutLinasungguhkecildan rata, tak tampak sedikitpun timbunan lemakdisana. Pinggulnyasungguh indah dan pantatnya sangat sexy, padat dan sangatmulus.Pahanyasangatmulusdan padat,betisnyatidakterlampaubesardan pergelangankakinyasangatkecil. Rupa2 Linasadarkalauakusedangmengagumi tubuhnya. Dgn agakmalu2 di berkata:"Mas curang a Lina udah telanjang tapi Mas belum buka celana dalamnya." Tanpa menunggureaksiku,Linamajuselangkah, agak membungkuk dan memelorotkan celana dalamku. Aku membantunya dgn melangkahkeluardaricelanaku.Tongkat kejantanankuygsedaritadisudahberdiri tegaklangsungmenyentaksepertimainan badutkeluar dari kotaknya. Kamiberdua berdiri berhadapan sambil bertelanjang bulat saling memandangi. Taktahan aku hanyamelihattubuhmolekLina,akumaju langusngakupelukerattubuhLina. Kulit tubuhku langsung bersentuhan dgn kulit halustubuhLinatanpasehelaibenangpun yang menghalangi. "Kamucantik danseksi sekali Lin." "Ah MasBenngeledek aja." "BenerkokLin."Sambilberkatademikian akurangkulLinalaluakubimbingmasuk kekamarmandi.Akusemprotkansedikit air dgn shower ke kemauluan Lina yg masih berlendir itu. Kemudian tangan kananku akulumuridgnsabun,akupelukLinadari belakang dan aku sabuni seluruh kemaluanLina dgnlembut. RupanyaLina suka dgn apa yg aku lakukan, dia merapatkan punggungnya ke tubuhku sehingga penisku menempel rapat ke pantatnya.Dgngerakanlambatdanteratur aku menggosok selangkangan Lina dgn sabun. Lina mengimbanginya dgn mengggerakkanpinggulnya seirama dgn gerakanku. Gesekan tubuhku dgn kulit halusmulusLina seakanmembawakuke puncaksurgadunia.Akhirnyaselesaijuga aku membantu Lina mencuci selangkangannya danmengeringkan diri dgnhanduk. Sambil saling rangkul kami kembalikekamardanberbaringbersisian di tempat tidur. Kami saling berpelukan dan berciuman penuh kemesraan. Akuraba seluruh permukaan tubuh mulus Lina, betul2 halus dan sempurna. Lina pun beraksi mengelus batang kejantananku yang semakin menegang itu. Aku ingin memberikan Lina kepuasan sebanyak mungkin malam ini. Aku ingin Lina merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakansebelumnyadgnseorangpria. Dan aku merasa sangat beruntung bisa melakukan itu krn, dari cerita Lina ke Winda, aku tahu takada pria lain ygpernah menyentuhnyakecualiPras,dansekarang aku. Tubuh telanjang Lina aku telentangkan, kemudian aku melorot puncak itu semakin cepat tercapai. AkhirnyasekalilagitubuhLinamenegang dancairan hangat kembali meleleh dari kawahnya. Lidahku kembali menerima siramanlendir kenikmatanitu yg segera akutelan. Beberapa saat kemudian, dgn enggan Lina bangkit dan berbaring telentangdisampingku.Penisku,walaupun masih berdiri, tapi sudah tidak setegak tadi.Linamemelukkudgnmanjadankami berciuman dgn mesra. "Lin agimana? .. puas?asorrytadiakunggaktahankeluar di mulutkamu." "Lina puas sekali Mas.. sampai dua kali gitu lho a. Lina suka sperma Mas Ben a asin2 gimana gitu. Kapan2bolehmintalagi dongMas,"Lina mulaikeluar kenesnya. "Boleh aja Lin ,,, asal disisain buatWinda.. hehehe,"Lina mencubitgenitlenganku."IhhhaMasBen a palingbisa deha emangMas seringgaya gituandgnWinda?"AkutahuWindajuga seringberceritasoalkegiatansexkamike LinajadiakuyakinLinasudahtahujuga. "Enggaklahainibarupertamadgnkamu Lin." "AhMasbohong.. Windakansering cerita ke Lina, katanya MasBen pinter ngeseks. Makanyadiam2Linapenginmain ama Mas." "Udah kesampian kan keinginanmu Lin." "Iya sih a tapi Mas janganmarahyaaLina sering bayangin kita mainbertiga dgnWinda.. Masmau nggak?" Kaget juga kau mendengar keinginan Lina ini. Jujur saja aku juga sering berfantasi membayangkan alangkahnikmatnya bercinta dgnWinda danLinasekaligus.Tapitentusajaakutak pernahberani ngomongdgnWinda. Bisa pecahPerangDuniaIII, lagi pulaitu kan hanyafantasiliarsaja. "MausihLin.. tapi kannggakmungkinaWindapasti marah besar." "Iyayaa Windakanorangnyaagak alim." Kami terus berbincang hal2 demikian sampai kira210 menit.Kemudian dgnmalas kami ke kamar mandi untuk membersihkandiri. Di kamarmandikami saling menyabuni dan saling membersihkan tubuh kami. Aku jadi semakinmengagumitubuhLina. Tak ada segumpal lemakpun di tubuhnya dan semuanya padat berisi. Setelah mengeringkandiri kamikembalikeatas ranjang dan berpelukan mesra. Sambil saling berciuman aku mulai menggerayangi tubuh molek Lina, Tak bosan2nya aku meremas dan mengusap buah dadanya yg sangat segar itu. Perlahan aku mulaimenghujani leher danpundak Linadgnciumanku.Taksampaidisitusaja, mulutkumulaiakuarahkankedadaLina. Buah dadanya yg tegak mulai aku ciumdan akugigit2 lembut. Lina sangat menyukai apaygakulakukan. "AhhhhaiyaMasa. disituMasaahhhhhLinaterangsangMas." Lidahku menjilati puting susunya yg mungil dan keras itu. Lina semakin menggelinjang. Tangannya menyusup ke bawah ke selangkanganku. Dipegangnya batang kemaluanku yg masih agak lemas. Dia permainkan penisku dgn jari2nya yglentik. Mau tak mau burungku mulai hidup kembali. Lina dgn lembut mengocok tongkat kelakianku. Sambil masih mengulum putingnya, tangan kananku kembali bergerilya di daerah kemaluan Lina. Jariku akurapatkandanakutekan bukit kemaluan Lina sembari akugerakkan memutar. Dia juga menimpali dgn menggoyangkan pantatnya dgn gerakan memutarygseirama."Masa.aaahhhhMas a. enakMasaahhhterus aiya." Sambil mendesahdiamenarikpantatkumendekat ke kepalanya. Akhirnya aku terpaksa melepaskan hisapanku di putingnya dan duduk berlutut di sisinya. Lina terus menekan pantatku sampai akhirnya mulutnya mencapaibatang kemaluankuyg sudah tegakmenantang. Tangankirikuaku tampatkan dibelakang kepalanya untuk menyanggakepalanyaygagakterangkat. Penisku kembali dia kulum dan jilati. "OoohLinaenakLinaakusukaLina"Aku punmenggerakkanpantatkumajumundur. Lina membuka lebar mulutnya dan menjulurkan lidahnya sehingga batang peniskumeluncurmasukkeluarmulutnya ter-gesek2 lidahnya. Sungguhluar biasa apayangakurasakansaatitu. Sementara itu tangan kananku terus menekan dan memutarbukitvaginaLina. Kadangjariku aku selipkan ke celah sempit diantara kedua bukititudan mengusapklitorisLina. "Ahhh Mas a Lina nggak tahan Mas a ahhhhh .. iya a. aaahhhh." Aku segera merubah posisi. Kedua tangan Lina aku letakkan di belakang lututnya dan membuka kedua lututnya. Aku angkat pahanya sehingga liang vaginanya menganga menghadap ke atas. Lina menahan dengan kedua tangan di belakang lututnya. Akududuk bersimpuhdi hadapanlubang kemaluanLina. Penisku aku arahkan ke lubang yg sudah menganga itu. Akutusukankepalapeniskukemulut lubang danakutahan disana. kemudian dgn tangan kananku aku gerakkanpenisku memutari mulut liang senggama Lina. "Maassss.. ahhhhhanggaktahanaayoa ahhhhhh." Aku sengaja tdk mau terlalu cepat menusukkan batang kejantananku ke gua kenikmatan Lina. Aku gesek2an kepala penisku ke klitoris Lina. Dia semakinmenggelinjangmenahannikmat. Akhirnya tanggul Lina bobol juga. Tak heran, dengangosokanjari saja dia tadi bisa mencapai orgasmeapalagi ini dgn kepala penisku, tentu rangsangannyalebih dahsyat. "Aaaaaaahhhhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhh Massssssss." Rintihan itusekaligusmenandaimelelehnyacairan beningdariliangvaginanya.Linakembali mengalami puncak orgasme hanya dgn gosokan di klitorisnya. Kali ini aku masukkan batang penisku seluruhnya kedalam gua kenikmatannya. Aku berbaring telungkup diatas tubuh molek Linasambilmenumpkanberatbadankudi keduasikuku. Akuciumlembutmulutnya ygmasihterbukasedikit. Lina membalas ciumanku dan mengulum bibirku. Aku biarkansenjatakuterbenamdalamlendir kehangatannya.Ditelinganyaakubisikan: "Linanikmatyaa""OhMasaLinasampai nggaktahananikmatMas.." Perlahandgn gerakan yg sangat lembut aku mulai memompa batang penisku ke dalam lubang senggama Lina yg sudah basah kuyup. Akutahu Lina pasti bisa orgasme lagi dan kali ini aku ingin merasakan semburan lumpur panas di batang kemaluanku. "Ayo Lin a. nikmati lagi a jangan ditahan .. aku akan pelan2." "Ahhhh .. iya Mas a. Lina pengin lagi .. ahhhhh." Masih dgn sangat pelan aku pompaterustongkat kelakiankukeliang vagina Lina yg ternyata masih sempituntuk ukuranwanitayangsudahmenikah2thn. Buah dada Linayg menyembul tegakmeng- gesek2 dadaku ketika aku turun naik. Sungguhsensasiyangluarbiasa.Sengaja aku gesekkan dadaku ke payudaranya. "Aaaahhhhhaahhhhhhhaiyaaahhhhh.. LinaterangsanglagiMasaiyaa.."Kaliini akupompasedikit lebih kuatdancepat. Lina menanggapinya dgn memutar pantatnya sehingga penisku rasanya sepertidi peras2dalamliang vaginanya. Gerakkan Lina semakin liar, Tangannya sudah tidak lagi menahan lutut tapi memegang pantatku dan menekannya dengankerasketubuhnya."Aaaaahhhhhh a. Mas a.. aaaahhhhhhh" Aku semakin kencangdandalammemompapantatku. Mata Linasudah terpejamrapat,kepalanya meng-geleng2 liarkekirikekananseperti yangdialakukandisofatadi.Gerakannya semakin ganas dan a "Aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhhh aaa" Dia melenguh panjangsambilmenegangkanseluruhotot ditubuhnya.Akumenekandalam2penisku ke lubang senggamanya. Jelas aku rasakan aliran hangat di sekujur batang kemaluanku. Tubuh Lina maish terbujur kaku. Aku pun menghentikan seluruh gerakanku sambil terus menekan liang vaginanya dgn penisku. Beberapa saat sepertinya waktuterhenti.Tidakadasuara, tidakadagerakandarikamiberdua. Aku memberikesempatan kepadaLina untuk menikmatiklimaksygbarusandia dapat. Akhirnya badan Lina mulai mengendur. Tangannya membelai lembut kapalaku. Bibirnyamencaribibirku untukdihadiahi ciumanyangsangatlembutdanpanjang. "Masa. Lina sungguhnikmata. MasBen jagodehaMasbelumkeluarya?""Jangan pikirkanakuLina.yangpentingLinabisa menikmati kepuasan." Kemudian dgn lambat aku mulai memompalagi. Liang senggama Lina terasa sangat licin dan agak sedikit longgar. Selama beberapa saat aku terus memompa lambat2. "Aaaahhhhhhaiya.. iyaa.Masa.Linamau lagi.. iyaaahhhh"Linakembalimemutar pantatnya mengiringi irama pompaanku. Dia mulai men-desah2 penuh kenikmatan.Akucabutbatangkemaluanku dari vagina Lina. Aku lalu berbaring telentang di sebelahnya. "Kamu diatasLin." Lina segera berjongkok diatas selangkanganku, Aku arahkan kepala penisku ke lubangnya. Lina kemudian dudukdiatastubuhkudanbertumpupada kedualututnya. Pantatnyamulaibergerak majumundur."AyoLinakamusekarangyg atur.. ohhhiya nikmatLin." Lina semakin bersemangat memajumundurkan pantatnya. Kedua payudaranya berguncang indah dihadapanku. Secara reflek kedua tanganku meremas bukit daging yg mulus itu. Tangan Lina dia letakkan dibelakang pantatnya sehingga tubuhnya agak meliuk kebelakang membuat dadanya semakin membusung. "Ohhh Lin a susumu sexy sekali a terus Lin a ohhhh alebihkerasLin.""AaaaahhhhMas aLina sudah mausampai lagi aahhhhh ahhhhhhMas""AyoLina.terusLinacepat a. ohhhhhiya.. iya Linamemekmuenak sekali.""Mas.. ahhhhaLinanggaktahana puasi Lina lagi mas .. ahhhh." Gerakan pantat Lina semakin cepat dan semakin cepat. Aku merasa penisku ter-gesek2 dinding vaginaLinaygsempitdanlicinitu. Dengan sekuat tenaga aku mencoba menahan agar aku tidak ejakulasi. Pertahananku semakin rapuh. "Lin a oooohhhh Lin a. akunggak tahan a ohhhLin a. enakaenak.""Ahhhhaayo.. Masa..Lina jugaudahnggaktahanasekarangmas.. ahhh sekarang." Tepat pada detik itu bendungankuambroltakmampumenahan terjanganspermakuygmenyemprotkuat. "OooooooohhhhhhhLina.. croootscrooots croots" "Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh Masa. ahhhhhhhhhhh.." Kamimencapai puncak kenikmatan ber-sama2. Penisku terasa hangat dan aku yakin Lina juga merasakan hal yg sama di dalam vaginanya.Linamasihdudukdiataskutapi sudah kaku tak bergerak. Vaginanya dihujamkan dalam melahap seluruh batang kemaluanku. "Oooohhh Lin a. nikmatsekali.. makasihLin.. kamupinter membuatakupuas." AkugapaitubuhLina dan aku tarik menelungkup diatastubuhku. Buahdadanyaygmasihkerasmenghimpit dadaku. Aku ciuminseluruh wajahnyayang mulaiditetesi keringat. "Masaahhhhha LinasungguhpuasMasa"Kemudiankami berbaringsambilberpelukan.Badankami mulai terasapenattapibathinkamisangat puas. Hari sudah beranjak malam.Diselingi makanmalamberdua,kamimemadukasih beberapa kali lagi.Atau lebih tepatnyaLina mengalami orgasme beberapa kali lagi sedangkan aku hanya sekali lagi ejakulasi, Segala gaya kami coba, bahkan aku sempat "membimbing" Lina untuk memuaskan dirinya sendiri dengan jari2nyayglentikitu. Akubetul2puasdan senang bisamembuat wanitasecantikLina bisa mencapaisekiankali orgasme. Tak terasajarumjamterus bergeserdanjam setengah sebelas malam aku meninggalkanrumahLina.SebetulnyaLina meminta aku bisa bermalam menemani dia,tatapiakuingatkeesokanharinyaaku masihharusmenyetirlebihdari4jamke kotaMmenyusulistridananakkutercinta. Maaf Winda, aku telah mereguk madu kepuasan bersama sahabatmu, Alina. END